Financial

Prabowo Bacakan RAPBN 2027 di DPR: Apa yang Perlu Dipantau Investor Indonesia

Author
· May 20, 2026 · 4 min read · 10 views

Prabowo Bacakan RAPBN 2027 di DPR: Apa yang Perlu Dipantau Investor Indonesia

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung di Gedung DPR RI pada 20 Mei 2026 untuk membacakan Laporan Kebijakan Umum Pemerintah sekaligus RAPBN 2027. Ini menjadi tradisi baru mengingat biasanya penyampaian RAPBN dilakukan oleh pemerintah melalui mekanisme kabinet, bukan secara langsung oleh presiden di podium parlemen.

Isi Kebijakan Utama yang Diumumkan

Beberapa kebijakan struktural yang diumukan dalam pidato tersebut:

  • Wajib Parkir DHE: Eksportir sumber daya alam wajib menyimpan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri. Ini merupakan kelanjutan dari kebijakan mandatory deposit yang telah digaungkan sejak pertengahan 2025.
  • Ekspor Wajib Lewat BUMN: Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) yang mewajibkan eksportir minyak kelapa sawit, batu bara, dan komoditas tambang lainnya untuk menyalurkan ekspor melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
  • Pembentukan Badan Ekspor Sumber Daya Alam: Sebuah badan baru khusus didirikan untuk mengatur dan mengawasi ekspor komoditas primer Indonesia.
  • Tekanan Perbankan Turunkan Bunga: Prabowo memerintahkan perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit bagi rakyat miskin.

BI Rate Naik 50 Bps: Respons Tak Terduga

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tak terduga dengan menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis points menjadi 5,25% pada Mei 2026. Kenaikan ini merupakan respons terhadap tekanan inflasi dan pelemahan mata uang yang terjadi sejak konflik Iran-AS memanas.

Untuk menahan pelemahan Rupiah, BI gencar menerbitkan SRBI (Surat Berita Instrumen) hingga Rp 921,88 Triliun. Operasi moneter ini terbukti efektif melindungi nilai tukar domestik.

Reaksi Pasar: IHSG Melemah, Rupiah Menguat

Setelah pengumuman BI Rate naik tersebut, reaksi pasar terbagi dua:

  • IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan): Melanjutkan tren koreksi dan ditutup melemah 0,82% di level 6.318. Ini menunjukkan investor masih ragu terhadap outlook ekonomi domestik, meskipun pidato Prabowo di paripurana dianggap konstruktif oleh pimpinan DPR.
  • Rupiah: Menguat 0,54% ke niveau Rp 17.600 per USD setelah BI Rate dinaikkan. Langkah BI menerbitkan SRBI terbukti efektif menahan laju pelemahan mata uang.

Jadi meski IHSG merah (terkoreksi), Rupiah justru hijau (menguat) setelah pengumuman BI Rate ini. Ini menggambarkan divergensi antara pasar valuta asing dan pasar saham.

Arus Modal Asing dan Sentimen

Menurut laporan Bloomberg, aliran modal asing yang keluar dari Indonesia mencapai US$ 800 juta. Ini menandakan investor asing masih wait-and-see terhadap kebijakan struktural yang diumukan Prabowo.

Kepala BEI (Bursa Efek Indonesia) dalam kesempatan terpisah menyatakan optimisme bahwa IHSG akan cerah setelah pidato Prabowo. Namun kepercayaan pasar ritel dan institusi butuh waktu untukaconvert menjadi pembelian nyata di lantai bursa.

Di saat yang sama, BI memperingatkan bahwa inflasi RI bakal naik ke depan, dipicu oleh kombinasi harga energi global yang naik karena konflik di Timur Tengah dan potensi kenaikan harga BBM domestic.

Pasar Cryptocurrency: Bitcoin dan Ethereum

Pasar crypto global pada 20 Mei 2026 menunjukkan pemulihan moderat setelah periode volatilitas minggu sebelumnya. Data CoinGecko:

  • Bitcoin (BTC): USD 77.240 (24h: +0,61%)
  • Ethereum (ETH): USD 2.125 (24h: +0,54%)
  • Total Market Cap Crypto: USD 2,66 Triliun
  • BTC Dominance: 58,3%

Indeks Fear & Greed untuk crypto berada di level 27 (Fear), sedikit membaik dari level 25 (Extreme Fear) pada hari sebelumnya.

Untuk investor crypto Indonesia, kombinasi pelemahan IHSG dan penguatan Rupiah memiliki implikasi berlapis. Pelemahan Dollar AS (terlihat dari Rupiah menguat) biasanya suportif untuk harga BTC dan ETH dalam denominasi USD. Namun modal keluar dari RI sebesar US$ 800 juta likuiditas domestic berkurang, yang bisa membatasi volume trading di exchange lokal.

Faktor Eksternal yang Mesti Dipantau

  • Konflik Iran: Eskalasi conflit antara AS dan Iran terus menekan pasar energi global.
  • Suku bunga The Fed: Pasar AS mengekspektasikan The Fed tetap hati-hati dalam penurunan suku bunga, membatasi ruang maneuver BI untuk menurunkan BI-Rate.
  • Penurunan Pengeluaran China: China memangkas pengeluaran pemerintahnya pada April 2026 dengan kecepatan tertinggi dalam enam bulan, yang dapat memengaruhi permintaan terhadap commodity dari Indonesia.
  • Nvidia Earnings: Hasil kuartalan Nvidia dalam waktu dekat menjadi catalysts penting untuk sentimen risk-on atau risk-off secara global.

Kesimpulan

Pidato Prabowo di DPR paripurana 20 Mei 2026 membawa consigo message penting: pemerintah fokus pada penguatan cadangan devisa melalui kebijakan DHE, struktur ekspor commodity dikonsolidasikan melalui BUMN, dan perbankan diminta mendukung masyarakat berpenghasilan rendah.

Reaksi pasar menunjukkan dinamika yang berlapis. Rupiah menguat berkat langkah agresif BI Rate naik 50 bps dan operasi SRBI, namun IHSG justru terkoreksi 0,82% karena kekhawatiran investor terhadap outlook ekonomi domestik dan arus modal asing yang keluar. Kebijakan struktural seperti nya Badan Ekspor Sumber Daya Alam akan memerlukan waktu untuk menunjukkan dampak nyata.

Bagi investor crypto, fundamental pasar global tetap solid dengan total market cap di atas USD 2,6 triliun, namun sentimen domestic yang kurang optimal terhadap IHSG menandakan bahwa kepercayaan investor lokal masih dalam fase pemulihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *