Cryptocurrency

Strategy Inc (MSTR): Pergeseran Policy dari Never Sell ke Flexible Bitcoin Strategy

Tim Sunrise House Author
· May 24, 2026 · 4 min read · 10 views

Apa Itu Strategy Inc (MSTR)?

Strategy Inc (NASDAQ: MSTR) adalah perusahaan publik asal Virginia, Amerika Serikat, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy Incorporated. Pada awal 2026, perusahaan resmi rebranding menjadi Strategy Inc untuk menegaskan identitasnya sebagai entitas yang berfokus pada strategi treasury Bitcoin.

Perubahan nama ini bukan sekadar cosmetic. Sejak 2020, CEO Michael Saylor mengubah perusahaan software tradisional ini menjadi kendaraan investasi Bitcoin terbesar di dunia melalui strategi buy and hold agresif. Kini, Strategy Inc tidak lagi dianggap sebagai perusahaan software, melainkan sebagai instrumen investasi yang memberikan paparan harga Bitcoin melalui pasar modal.

Performa Saham MSTR Mei 2026

Pada Mei 2026, harga saham MSTR berada di kisaran $159,89 (per 21 Mei 2026), mengalami penurunan signifikan dari 52-week high di $457,22. Kisaran harga 52-minggu MSTR adalah $104,16 – $457,22.

Volume perdagangan harian MSTR mencapai lebih dari 12,7 juta lembar saham, menjadikannya salah satu saham dengan volume tertinggi di NASDAQ. Tingginya volume ini mencerminkan minat trader yang besar, namun juga menandakan volatilitas yang tinggi.

Kebijakan Baru: Dari Never Sell ke Flexible Bitcoin Strategy

Perubahan paling signifikan terjadi pada Mei 2026. Strategy Inc mempublikasikan pergeseran kebijakan dari prinsip Never Sell Bitcoin menjadi Flexible Bitcoin Strategy. Pengumuman ini menyebabkan harga saham MSTR anjlok 9,9% dalam sehari.

Michael Saylor, yang kini tetap berperan sebagai figure sentral di Strategy Inc, menyatakan bahwa perusahaan akan mempertimbangkan untuk menjual sebagian BTC jika kondisi pasar memerlukan. Ini menjadi perubahan tone yang cukup drastis dari stance sebelumnya yang menolak menjual Bitcoin dengan alasan apapun.

Bagi investor, perubahan ini menjadi sinyal penting: Strategy Inc tidak lagi menganut strategi hold mutlak. Fleksibilitas untuk menjual Bitcoin berarti saham MSTR kini memiliki downside risk yang sebelumnya tidak ada ketika BTC benar-benar tidak bisa dijual.

Akuisisi Bitcoin Mei 2026

Meskipun kebijakan berubah, akuisisi Bitcoin terus berjalan. Pada minggu kedua Mei 2026, Strategy Inc menjual saham $2 miliar dan menggunakan proceeds tersebut untuk membeli 24.869 BTC. Ini menunjukkan bahwa meskipun terbuka untuk menjual, membeli tetap menjadi prioritas utama.

Total kepemilikan Bitcoin Strategy Inc per medio Mei 2026 dilaporkan mencapai lebih dari 500.000 BTC, menjadikannya institusi dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Rata-rata harga beli (average cost basis) BTC perusahaan ini tercatat jauh di bawah harga pasar saat ini, meskipun dengan leverage yang signifikan melalui instrumen utang dan preferred shares.

Leverage dan Instrumen Utang

Strategi Growth Treasury Strategy Inc menggunakan beberapa instrumen untuk membeli BTC:

  • Preferred Shares: Strategi ini menggunakan penerbitan preferred shares untuk mengumpulkan modal yang kemudian dikonversi menjadi Bitcoin. Required Yield yang ditawarkan pada preferred shares ini menjadi salah satu komponen kunci dalam struktur modal.
  • Stretch Preferred Stock: Mulai April 2026, Strategy Inc memperkenalkan mekanisme Stretch Preferred Stock yang memungkinkan mereka mengakumulasi BTC secara lebih agresif dengan leverage yang lebih tinggi.
  • Bitcoin-Backed Preferred Shares: Instrumen ini mencatatkan rekor volume pada 2026, menunjukkan minat institusional yang kuat terhadap produk ini.

Analis: Prospek Beragam

Sentimen analis terhadap MSTR terbagi:

  • TD Cowen mempertahankan rating Buy dengan highlight Strong BTC Yield, memperkirakan potensi upside hingga 140%.
  • Benchmark mempertahankan price target tinggi dengan pandangan bullish.
  • Bernstein melihat Strategy Inc berevolusi menjadi bisnis operasional yang berfokus pada Bitcoin dengan stabilitas finansial yang baik.
  • Seeking Alpha menyebut operating business Strategy sebagai liability, not an asset karena biaya operasional software yang terus menurun.
  • Jim Cramer memberikan komentar skeptis: If we want Bitcoin exposure, we buy Bitcoin — menyerang premium yang dibayar investor MSTR dibanding beli BTC langsung.
  • Peter Schiff memperingatkan tentang potensi death spiral akibat leverage.

Michael Saylor: BTC $40-50K Tanpa MSTR

Dalam sebuah wawancara, Michael Saylor mengklaim bahwa harga Bitcoin kemungkinan akan berada di kisaran $40.000 – $50.000 tanpa kontribusi Strategy Inc terhadap permintaan Bitcoin. Klaim ini sulit diverifikasi secara independen, namun menggambarkan keyakinan Saylor bahwa peran MSTR signifikan dalam mendukung permintaan BTC.

Risiko Utama

  • NAV Premium Collapse: MSTR kini diperdagangkan dekat nilai asset bersih (NAV) Bitcoin-nya, setelah sebelumnya menikmati premium besar. Premium ini adalah alasan utama investor membeli MSTR dibanding BTC langsung.
  • Most-Shorted Stock: MSTR menjadi salah satu saham paling di-short di pasar. Tingginya short interest menandakan banyak trader yang percaya harga akan turun lebih lanjut.
  • Bitcoin Volatility: Sebagai proxy BTC, MSTR sangat sensitif terhadap pergerakan harga Bitcoin yang masih sangat volatil.
  • Leverage Risk: Obligasi dan preferred shares yang diterbitkan untuk membeli BTC menciptakan leverage. Jika BTC turun drastis, perusahaan bisa menghadapi masalah pelunasan utang.

Kesimpulan

Kebijakan Flexible Bitcoin Strategy yang announced Mei 2026 menandai era baru Strategy Inc. Perubahan dari Never Sell ke pendekatan fleksibel menunjukkan bahwa Michael Saylor dan tim mengakui realita pasar yang berubah. Bagi investor yang mempertimbangkan MSTR sebagai kendaraan Bitcoin exposure, pemahaman yang jelas tentang struktur leverage, premium NAV, dan kebijakan baru ini sangat penting sebelum mengambil posisi.

Volatilitas MSTR yang tinggi menjadikannya instrumen trading yang menarik, namun untuk investor jangka panjang, membeli BTC langsung mungkin masih menjadi pilihan yang lebih straightforward — seperti yang dicatat oleh Jim Cramer.

Tim Sunrise House

Tim penulis dan analis keuangan di Sunrise House. meliput Saham, Cryptocurrency, Tech, dan Financial untuk investor Indonesia.

View all articles →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *