Financial

Saham US Melanjutkan Rally di Mei 2026: S&P 500 Catat Kinerja Terbaik Sejak 2009

Tim Sunrise House Author
· June 1, 2026 · 3 min read · 13 views

Saham-saham Amerika Serikat mencatatkan rally kuat di bulan Mei 2026, melanjutkan tren positif yang sudah dibangun sejak awal tahun. Indeks S&P 500 menutup bulan dengan kenaikan 4,84% – menjadikannya kinerja Mei terbaik sejak 2009. Yang lebih impresif, rally ini terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung.

Data Kinerja Mei 2026

Tiga indeks utama US semua mencatatkan rekor baru di penghujung bulan:

  • S&P 500: Mulai Mei di level 7.230,12 dan ditutup di 7.580,06 pada 29 Mei 2026 – kenaikkan 4,84% dalam sebulan. Minggu lalu (minggu terakhir Mei), S&P mencatatkan kemenangan beruntun ke-9, strek terpanjang dalam beberapa tahun.
  • Dow Jones Industrial Average: Melewati angka psikologis 50.000 untuk pertama kali pada 14 Mei, dan ditutup di 51.032,46 pada akhir Mei – kenaikkan 3,10% untuk bulan tersebut.
  • Nasdaq Composite: Tutup di rekor 26.972 pada 31 Mei 2026, mencatatkan lonjakan bulanan sebesar 8% yang didorong oleh momentum saham-saham AI.

Perlu dicatat, data FRED (Federal Reserve Economic Data) yang digunakan sebagai acuan menunjukkan nilai terakhir S&P 500 pada 29 Mei 2026 di 7.580,06 karena 25 Mei 2026 bertepatan dengan Memorial Day (hari libur pasar AS).

Tiga Tema yang Mendorong Rally Mei

1. Momentum AI yang Tak Berhenti

Saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) terus menjadi mesin penggerak utama pasar. Dell dan Micron menjadi pemimpin gain di bulan Mei. Saham-saham tech lama yang “reborn” di era AI seperti Nokia dan Cisco juga melonjak signifikan. Bagian yang lebih mengejutkan: saham-saham software mencatatkan kinerja terbaik mereka sejak 2001, alias 25 tahun.

2. Earnings Corp yang Kuat

Goldman Sachs pada 27 Mei 2026 menaikkan target year-end S&P 500 mereka ke 8.000 poin, dengan alasan outlook earnings korporasi yang solid. Optimisme ini beralasan: sepanjang Mei, mayoritas perusahaan besar US melaporkan earnings yang melebihi ekspektasi, terutama di sektor teknologi dan infrastruktur.

3. Harapan Genjatan Senjata US-Iran

Sepanjang April-Mei 2026, pasar bereaksi positif terhadap setiap perkembangan diplomasi US-Iran. Pada 29 Mei 2026, Reuters melaporkan S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi setelah AS dan Iran setuju untuk memperpanjang genjatan senjata. Ini mengurangi satu risiko geopolitik besar yang sebelumnya membebani sentiment pasar.

“Sell in May” Gagal Total di 2026

Adagium lama Wall Street “Sell in May and Go Away” sama sekali tidak berlaku di tahun ini. Justru sebaliknya, Mei 2026 menjadi bulan di mana para investor yang meninggalkan pasar akan sangat menyesal. Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, month Mei mencatatkan gain signifikan di tengah kondisi perang di Timur Tengah yang masih aktif.

Koreksi di Tengah Rally: Peringatan yang Ada

Di pertengahan bulan (sekitar 12-20 Mei), beberapa analis sudah memberikan warning. Morgan Stanley pada 27 Mei secara eksplisit berjudul “The Rally Is Back, But Risks Are Rising.” Seeking Alpha bahkan menurunkan artikel berjudul “The Stock Market May Be About To Break” pada 31 Mei.

Mingguminggu awal Mei, pasar memang sempat mengalami tekanan. Pada 20 Mei, CNBC melaporkan “stocks under pressure as correction fears grow.” Namun tekanan ini cepat berlalu karena fundamental earnings yang kuat dan sentimen geopolitik yang membaik.

Best Performers Mei 2026

  • Dell Technologies – Terlibat dalam infrastruktur AI server
  • Micron Technology – Memori chip untuk AI; juga masuk klub kapitalisasi US$1 triliun di bulan Mei
  • Saham-saham software – Kinerja terbaik sejak 2001
  • Saham tech “reborn” – Nokia, Cisco yang bertransformasi ke AI

Outlook untuk Juni 2026

Momentum yang terbangun di Mei 2026 terlihat solid untuk berlanjut. Goldman Sachs dengan target 8.000 di S&P 500 menunjukkan confidence Wall Street terhadap earnings 2026. Namun risiko tetap ada:

  • Konflik Timur Tengah – Perpanjangan genjatan senjata US-Iran masih temporer, belum permanen
  • Valuasi – Nasdaq 100 PE ratio di 36,93 (Mei 2026) menunjukkan pasar sudah tidak murah
  • Suku bunga – PCE inflation data dan keputusan The Fed tetap menjadi faktor watch

Kesimpulan

Mei 2026 membuktikan bahwa fundamental earnings dan momentum AI bisa mengatasi sentimen geopolitik jangka pendek. S&P 500 yang naik 4,84%, Dow yang menembus 51.000, dan Nasdaq yang mencetak rekor 26.972 adalah bukti nyata pasar US masih kuat. Namun dengan valuasi yang sudah tinggi, investor perlu tetap waspada akan potensi koreksi di paruh kedua 2026.

Tim Sunrise House

Tim penulis dan analis keuangan di Sunrise House. meliput Saham, Cryptocurrency, Tech, dan Financial untuk investor Indonesia.

View all articles →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *